Maumere, 22 September 2026 — Suasana duka menyelimuti keluarga besar SMA Negeri 2 Maumere pada Selasa, 22 September 2026. Kepergian Ibu Agnes Rosvita Noviaty, S.E., guru mata pelajaran Ekonomi serta Prakarya dan Kewirausahaan, meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, peserta didik, dan seluruh warga sekolah yang selama ini mengenal sosoknya sebagai seorang pendidik.

Rangkaian penghormatan terakhir bagi almarhumah diawali dengan Misa Requiem pada pukul 09.00 WITA. Misa dipimpin oleh Romo Fransiskus Fao, Pr. Dalam homilinya yang berangkat dari Injil Lukas, umat diajak untuk senantiasa berada dalam kewaspadaan dalam menjalani kehidupan. Pesan tersebut menjadi permenungan bagi seluruh umat yang hadir di tengah suasana kehilangan, bahwa kehidupan harus dijalani dengan iman, kesiapsiagaan, dan pengharapan.




Usai perayaan misa, suasana haru semakin terasa ketika sejumlah sambutan disampaikan sebagai ungkapan penghormatan dan perpisahan kepada almarhumah.



Kepala Desa Mahe Kelan menyampaikan turut berbelasungkawa atas kepergian Ibu Agnes Rosvita Noviaty. Ia mengungkapkan rasa kehilangan atas sosok seorang pendidik yang telah menjadi bagian dari masyarakat. Atas nama pemerintah dan masyarakat, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama hidup almarhumah terdapat kesalahan, baik dalam tutur kata maupun perbuatan.
Smandu Kehilangan Sosok Pendidik
Rasa kehilangan juga disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 2 Maumere, Petrus Yakobus Sorowea, S.Fil. Dalam sambutannya, ia mengenang perjalanan pengabdian Ibu Agnes selama menjadi bagian dari keluarga besar SMA Negeri 2 Maumere.

Ia menyampaikan bahwa seluruh keluarga besar Smandu sebutan bagi SMA Negeri 2 Maumere merasakan kehilangan yang sangat mendalam atas kepergian salah satu pendidiknya.

“Kami sangat kehilangan seorang pendidik. Terima kasih kepada keluarga besar yang telah mempercayakan beliau untuk menjadi guru di Smandu,” ungkapnya dalam suasana penuh haru.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah menempatkan Ibu Agnes sebagai tenaga pendidik di SMA Negeri 2 Maumere. Meskipun pengabdiannya sebagai guru PPPK di Smandu berlangsung sekitar dua tahun, kehadirannya telah meninggalkan jejak pengabdian dan kenangan bagi warga sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMA Negeri 2 Maumere juga menyampaikan permohonan maaf kepada almarhumah dan keluarga apabila selama kebersamaan terdapat tutur kata maupun tingkah laku yang menyakiti hati.

“Keluarga besar Smandu memohon maaf. Kami selalu mendoakan Ibu. Selamat jalan, Ibu Nesty,” menjadi ungkapan perpisahan yang disampaikan dengan penuh ketulusan.
“Mendoakanmu adalah Cara Kami Memelukmu dari Jarak Jauh”
Ungkapan duka juga datang dari Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah IV Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rofinus Laga Lamawato, S.H.

Ia menyampaikan bahwa kehadiran seluruh pihak dalam suasana duka tersebut merupakan bentuk penghormatan terakhir kepada seorang guru yang telah setia mengabdikan dirinya di dunia pendidikan, khususnya di SMA Negeri 2 Maumere.

Semangat juang, dedikasi, pengabdian, serta ilmu yang telah diberikan almarhumah menjadi warisan yang akan terus hidup melalui para peserta didik yang pernah diasuhnya.

Permohonan maaf juga disampaikan apabila dalam kebersamaan selama menjalankan tugas terdapat tutur kata maupun sikap yang kurang berkenan.

“Mendoakanmu adalah cara kami memelukmu dari jarak jauh,” menjadi pesan penuh makna yang disampaikan dalam suasana perpisahan tersebut.

Kesedihan semakin terasa ketika peserta didik SMA Negeri 2 Maumere mempersembahkan sebuah puisi untuk mengenang almarhumah. Persembahan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sebuah lagu yang diiringi suasana haru dan isak tangis sejumlah peserta yang hadir.
Jejak Pengabdian yang Akan Dikenang
Dalam kesempatan sambutan keluarga, disampaikan pula riwayat hidup almarhumah serta perjalanan pengabdiannya sebagai seorang pendidik. Keluarga mengenang sosok Ibu Agnes sebagai pribadi yang menjalani masa sakitnya dengan tabah.

Berdasarkan pembacaan riwayat hidup yang disampaikan oleh Maria Natalia Tia, S.Pd., almarhumah sebelumnya telah mengabdikan diri selama kurang lebih 10 tahun sebagai tenaga honorer guru Ekonomi di SMA Negeri 1 Waigete.

Pada tahun 2024, Ibu Agnes kemudian diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan ditempatkan di SMA Negeri 2 Maumere sebagai guru Prakarya dan Kewirausahaan. Kehadiran almarhumah selama kurang lebih dua tahun di Smandu telah menjadi bagian dari perjalanan sekolah dan meninggalkan kenangan di hati rekan-rekan guru maupun peserta didik.
Penghormatan Terakhir Melalui Upacara Kedinasan
Setelah rangkaian Misa Requiem selesai, acara dilanjutkan dengan upacara kedinasan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhumah sebagai seorang aparatur yang telah mengabdikan diri di dunia pendidikan.

Berdasarkan susunan acara, upacara diawali dengan penyerahan jenazah secara simbolis dari pihak keluarga kepada pemerintah, yang diwakili oleh jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah IV.

Upacara kemudian dilanjutkan dengan penghormatan kepada jenazah dan pembentangan Bendera Merah Putih di atas peti jenazah. Setelah itu dilaksanakan pembacaan riwayat hidup, amanat pembina upacara, peletakan karangan bunga secara simbolis, serta penghormatan terakhir kepada almarhumah.




Usai upacara pelepasan, jenazah kemudian diarak menuju tempat peristirahatan terakhir yang berada di halaman rumah almarhumah pada pukul 11.46 WITA.




Peti jenazah diusung oleh rekan-rekan sejawat dan diiringi oleh keluarga serta seluruh tamu undangan. Langkah kaki yang perlahan dan suasana hening mengiringi perjalanan terakhir seorang guru yang telah memberikan sebagian besar hidupnya untuk dunia pendidikan.
Hymne Guru Mengiringi Kepergian Sang Pendidik
Setibanya di tempat pemakaman, kembali dilaksanakan upacara kedinasan. Peti jenazah diturunkan ke liang lahat dan Bendera Merah Putih dibentangkan sebagai bagian dari penghormatan terakhir.

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan Apel Persada, sebagai pernyataan pelepasan almarhumah ke pangkuan Tuhan. Suasana semakin mengharukan ketika seluruh peserta upacara bersama-sama menyanyikan “Hymne Guru”.

Lagu yang selama ini menjadi simbol penghormatan kepada para pendidik tersebut terasa begitu berbeda ketika dinyanyikan untuk mengiringi kepergian seorang guru. Suara para peserta yang bercampur dengan kesedihan menjadi bagian dari penghormatan terakhir bagi Ibu Agnes. Setelah upacara kedinasan selesai, rangkaian dilanjutkan dengan ibadat/misa pemakaman.

Hingga seluruh rangkaian selesai, keluarga besar SMA Negeri 2 Maumere tetap berada dalam suasana duka. Kepergian Ibu Agnes Rosvita Noviaty bukan sekadar kehilangan seorang guru, tetapi juga kehilangan seorang rekan kerja, sahabat, dan bagian dari keluarga besar Smandu.
Jejak Pengabdian Tak Berhenti di Hari Perpisahan
Pemakaman tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah IV Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rofinus Laga Lamawato, S.H.; Kepala SMA Negeri 2 Maumere, Petrus Yakobus Sorowea, S.Fil.; Ketua Komite SMA Negeri 2 Maumere, Yanuarius Gonsel; mantan Kepala SMA Negeri 2 Maumere, Hendrikus Hadir; pensiunan guru SMA Negeri 2 Maumere, Laurensius Kabesa; Plt. Koordinator Pengawas Kemdikdasmen Kabupaten Sikka; Kepala SMA Negeri 1 Waigete; Abdon Weris, S.Pd.; serta para guru, pengurus OSIS, Ambalan, dan perwakilan peserta didik dari SMA Negeri 2 Maumere dan SMA Negeri 1 Waigete.

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa pengabdian seorang guru tidak berhenti ketika tugasnya berakhir. Ilmu yang telah diberikan, nilai-nilai yang ditanamkan, serta kenangan yang ditinggalkan akan terus hidup dalam diri para peserta didik dan rekan-rekan yang pernah berjalan bersamanya.
Selamat jalan, Ibu Agnes Rosvita Noviaty, S.E.
Terima kasih atas pengabdian, dedikasi, dan ketulusan yang telah diberikan untuk pendidikan. Doa keluarga besar SMA Negeri 2 Maumere akan selalu menyertai perjalanan terakhir Ibu.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa menerima seluruh amal dan pengabdian Ibu serta memberikan tempat terbaik di sisi-Nya.
“Hinc Lucem et Pocula Sacra”
- Penulis : Meldiana
- Editor : Lxz
- Dokumentasi : J Tango