Maumere, 7 Maret 2026 – Suasana di SMA Negeri 2 Maumere tampak berbeda pada Sabtu pagi. Aroma harum berbagai masakan tradisional memenuhi lingkungan sekolah seiring dengan pelaksanaan Ujian Praktik Mata Pelajaran Muatan Lokal (Mulok) bagi seluruh siswa kelas XII.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi sarana penilaian akademik, tetapi juga menjadi bentuk nyata upaya pelestarian budaya lokal melalui kuliner. Dalam ujian praktik ini, para siswa ditantang untuk mengolah bahan pangan lokal menjadi berbagai hidangan khas daerah yang menggugah selera.

Kreativitas dan keterampilan siswa terlihat dari beragam menu yang disajikan oleh setiap kelas. Kelas XII J menghadirkan menu utama ikan bakar yang dipadukan dengan kesegaran sayur lawar. Sementara itu, Kelas XII I menampilkan hidangan nasi kuning dengan tampilan warna yang menarik dan cita rasa khas. Kelas XII H menyuguhkan hidangan penutup berupa kolak pisang dan ubi yang manis dan lezat.

Selain itu, berbagai kudapan tradisional juga turut meramaikan kegiatan ini, seperti onde ubi, sambal terasi yang pedas menggugah selera, ubi rebus, serta aneka olahan pangan lokal lainnya yang diolah langsung oleh para siswa.

Pelaksanaan ujian praktik ini diawasi dan dinilai oleh tim guru mata pelajaran Muatan Lokal yang terdiri dari Ibu Ansila Mali, S.Pd, Ibu Maria Bernadete Dewi Nulun Sogen, S.Pd, Ibu Theresia Laju, S.Pd, Bapak Yohanes Paulus Pare, S.Pd, dan Bapak Bernadinus Paji Demon, S.Pd.


Membangun Kebersamaan Melalui Hidangan
Setelah proses penilaian selesai, suasana yang semula formal berubah menjadi lebih hangat dan penuh kebersamaan. Hasil masakan para siswa kemudian dinikmati bersama oleh para guru SMA Negeri 2 Maumere sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan kreativitas para peserta didik. Salah satu wali kelas yang mendampingi siswa, Bapak Yohanes Nong, S.Pd, mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat dan kemandirian para siswa.

“Saya sangat mengapresiasi semangat anak-anak. Melalui ujian praktik ini, mereka tidak hanya belajar memasak, tetapi juga belajar bekerja sama, bertanggung jawab, dan menghargai warisan kuliner daerah kita sendiri,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 2 Maumere, Bapak Hendrikus Hadir, S.Pd. Ia menilai kegiatan ini sangat penting untuk mengembangkan keterampilan hidup siswa. “Kegiatan ini sangat positif untuk mengasah keterampilan kewirausahaan dan life skills siswa. Melalui ujian praktik ini, kami ingin memastikan bahwa siswa-siswi SMAN 2 Maumere tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kebanggaan serta kemampuan dalam mengolah kekayaan pangan lokal,” jelasnya.



Melalui pelaksanaan ujian praktik Muatan Lokal ini, diharapkan para lulusan SMA Negeri 2 Maumere tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis serta rasa bangga terhadap budaya daerah. Dengan demikian, mereka dapat menjadi generasi muda yang turut melestarikan sekaligus mempromosikan kuliner lokal di tengah perkembangan tren kuliner modern.
Penulis : Meldiana
Editor : Lxz
Foto : Meldiana