Maumere, 15 November 2025 – Suasana semarak menyambut Ujian Praktek Tari Kreasi kelas XII SMAN 2 Maumere, Sabtu (15/11). Meski bertajuk “Ujian”, acara yang digelar di Aula sekolah ini justru dinilai sebagai sebuah panggung untuk membentuk mental, kreativitas, dan karakter siswa, jauh melampaui sekadar pencapaian nilai akademik.




Sebanyak 32 kelompok penari yang terdiri dari seluruh siswa kelas XII tampil memukau dengan balutan pakaian adat Sikka, menghidupkan aula sekolah dengan kearifan lokal. Ibu Christafora Kristina Yuliani,S.Pd, salah satu guru, dalam kesempatan itu menekankan esensi mendalam dari acara tersebut.

“Panggung ini bukan hanya tentang ujian, nilai, dan sebagainya. Tetapi tentang mental, kreativitas, dan karya. Mental adalah dasar di mana karya terbentuk, dan kreativitas lahir dari rasa ingin belajar dan memulai,” ujarnya dengan penuh semangat.




Ia menambahkan, melalui kegiatan ini, para siswa terbentuk menjadi pribadi yang positif. “Dari panggung ini, anak-anak terbentuk akan hal yang positif, yang bukan saja melahirkan anak bangsa yang bagus, tetapi juga rasa ingin mengenal budaya kita sendiri. Mereka berkreasi, mengambil langkah penuh untuk membentuk diri lewat kelompok-kelompok kecil di sekolah.”




Pernyataan tersebut menyiratkan bahwa tujuan kegiatan ini lebih dari sekadar memenuhi kurikulum. Melalui proses berkreasi dalam kelompok-kelompok kecil, para siswa diajak untuk mengambil langkah penuh dalam membentuk diri mereka sendiri.

Dukungan terhadap nilai pembentukan karakter ini juga datang dari Ibu Florentina Jun De Rosary, S.Pd.Bio, yang menyebut kegiatan ini “sangat luar biasa”. “Membawa nuansa baru di sekolah ini. Selain bernilai pendidikan juga bisa menghibur siswa-siswi dan bapak ibu guru,” ujarnya.




Kegiatan yang dihelat mulai pukul 09.11 WITA ini digerakkan oleh Ibu Maria Bernadete Dewi Nulun Sogen,S.Pd, guru seni kelas XII. Beliau tampak puas dengan penyelenggaraan acara. Dalam wawancara singkat, ia menyampaikan apresiasinya atas kerja keras semua pihak yang terlibat.

Antusiasme tidak hanya terlihat dari para peserta, tetapi juga dari penonton seperti Rahel dan Kia dari kelas XI E. “Kami senang menonton pertunjukkan kakak-kakak kelas XII supaya kami bisa lebih mengenal Tarian Adat Sikka dan menjadi bahan persiapan saat kami kelas XII nanti,” kata mereka.

Dengan diadakannya acara ini, diharapkan dapat membawa siswa menuju generasi emas yang berkarakter dan berbudaya. Ujian praktek tari ini membuktikan bahwa pendidikan seni bukanlah tentang hasil akhir semata, melainkan tentang proses pembelajaran, penguatan mental, dan penanaman cinta budaya yang akan membekas jauh lebih dalam daripada selembar nilai rapor.
Penulis : Lxz
Foto : Jhon Tenggo & Meldiana
Terbaikk sekaliii
Terima Kasih Nak ✌
Terimakasih atas kerelaan hatinya mendokumentasikan momen hari ini kkaku bertiga❤️🙏,sehingga bisa menjadi kenangan untuk peserta didik kelas xii, walaupun dalam panggung yang sederhana, semua akan menjadi berkat untuk masa depan mereka , kita semua, anak cucu kita
Sama-sama ibu 🙏
Sangat inspiratif dan kreatif.. Buat kami yang tidak sempat menyaksikan secara langsung tergugah untuk mencari tahu apakah ada versi videonya supaya kami juga bisa ikut menikmati sajian kreasi tadi anak anak murid 😊
Terima Kasih Ibu, Videonya di Ibu Dewi 🙏