Maumere, 13 Maret 2026 – Dalam rangka menghayati masa Prapaskah, peserta didik dan pendidik yang beragama Katolik di SMA Negeri 2 Maumere melaksanakan kegiatan Doa Jalan Salib pada Jumat (13/03/2026). Kegiatan rohani tersebut dilaksanakan di Lapangan Apel SMAN 2 Maumere yang beralamat di Jl. Balitbang, Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan dimulai pada pukul 11.00 WITA setelah seluruh rangkaian kegiatan belajar mengajar selesai.

Doa Jalan Salib dipimpin oleh Guru Pendidikan Agama Katolik, Bapak Blasius Muhara, S.Ag, bersama pengurus OSIS SMA Negeri 2 Maumere yang dengan penuh khidmat memandu seluruh peserta dalam merenungkan setiap perhentian Jalan Salib. Seluruh peserta didik dan pendidik yang beragama Katolik mengikuti kegiatan tersebut dengan sikap penuh kesungguhan, ketenangan, serta penghayatan yang mendalam terhadap makna penderitaan dan pengorbanan Yesus Kristus.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan iman sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual bagi peserta didik, khususnya dalam masa Prapaskah yang merupakan waktu refleksi, pertobatan, dan pembaruan diri bagi umat Katolik.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMA Negeri 2 Maumere, Bapak Hendrikus Hadir, S.Pd, saat ditemui Tim Redaksi Website Sekolah menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta memperkuat nilai-nilai spiritual peserta didik.

“Melalui kegiatan Jalan Salib ini, kita berharap peserta didik tidak hanya memahami makna iman secara teori, tetapi juga mampu menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan rohani seperti ini juga menjadi sarana pembentukan karakter yang baik, seperti sikap disiplin, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Guru Pendidikan Agama Katolik SMAN 2 Maumere, Bapak Yoseph Edangwala, S.Fil, menegaskan bahwa Jalan Salib merupakan momen penting bagi umat Katolik untuk merenungkan kasih dan pengorbanan Yesus Kristus bagi umat manusia. “Melalui doa Jalan Salib ini, para peserta didik diajak untuk memahami makna penderitaan dan pengorbanan, sekaligus belajar meneladani kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, nilai-nilai iman yang direnungkan dapat menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak,” jelasnya.

Salah satu peserta didik yang mengikuti kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa pelaksanaan doa Jalan Salib di sekolah memberikan pengalaman rohani yang mendalam. Menurutnya, kegiatan ini membantu para siswa untuk lebih memahami makna pengorbanan Yesus serta memperdalam iman selama masa Prapaskah.

“Kegiatan ini sangat baik karena kami bisa bersama-sama berdoa dan merenungkan setiap peristiwa Jalan Salib. Saya merasa diingatkan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih peduli kepada sesama,” tuturnya.

Kegiatan doa Jalan Salib ini berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan hingga selesai. Melalui kegiatan rohani ini, diharapkan iman dan spiritualitas peserta didik semakin bertumbuh serta mampu diwujudkan dalam sikap hidup yang penuh kasih, toleransi, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis : Lxz
Foto : Meldiana