Maumere, 2 Februari 2026 — Dentuman gong waning yang bertalu-talu memecah keheningan di Jalan Trans Nangahure, tepatnya di wilayah Waidoko, saat penyambutan Kirab Salib National Youth Day (NYD) ke-3, Senin (02/02). Penyambutan penuh makna ini berlangsung meriah dengan nuansa budaya khas Nian Tana Sikka yang kental.

Sebanyak 50 penari yang merupakan gabungan dari beberapa sekolah dan komunitas, termasuk SMAN 2 Maumere yang mengutus15 peserta didik sebagai penari dan penabuh gong waning, turut ambil bagian dalam prosesi sakral tersebut. Sekolah lain yang terlibat antara lain SMAN 1 Maumere, SMA Frateran Maumere, SMA John Paul, Seminari Bunda Segala Bangsa, serta Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Katedral Maumere.

Dengan balutan busana adat tenun ikat Sikka yang megah, para penari berbaris rapi menyambut kedatangan Salib NYD 3 sebagai simbol iman dan keselamatan umat Katolik. Kehadiran Salib disambut tidak hanya dengan doa, tetapi juga melalui ekspresi budaya yang sarat makna.
Gerak Indah Tarian Sakalele dan Tarian Kreasi
Sesaat setelah rombongan pembawa salib tiba, para penari wanita dengan anggun menggerakkan ikun, sementara penari pria menghentakkan kaki dengan gagah. Mereka menampilkan Tarian Sakalele dan Tarian Kreasi sebagai ungkapan selamat datang yang tulus dan penuh sukacita.

Lenggak-lenggok penari berhasil memukau rombongan kirab dan seluruh umat Paroki Katedral Maumere yang hadir. Meski hujan deras mengguyur lokasi, semangat dan senyum para penari tak sedikit pun pudar. Salah satu penari dari SMAN 2 Maumere, Glen Sabaleku, mengungkapkan rasa bangganya atas keterlibatan dalam kegiatan tersebut.



“Latihan berhari-hari rasanya terbayar lunas. Kami ingin menunjukkan bahwa anak muda SMAN 2 Maumere tidak hanya cinta Tuhan, tetapi juga cinta budaya. Menari di depan Salib NYD adalah cara kami berdoa melalui gerak tubuh,” ujarnya dengan antusias.
Wujud Inkulturasi di Lingkungan Pendidikan
Partisipasi siswa SMAN 2 Maumere dalam penyambutan Kirab Salib NYD 3 menjadi bukti nyata praktik inkulturasi, yakni perpaduan antara iman dan budaya, di lingkungan pendidikan. Guru Seni Budaya SMAN 2 Maumere sekaligus pendamping kegiatan, Maria Bernadete Dewi N. Sogen, S.Pd, mengapresiasi totalitas dan semangat para siswa.

Menurutnya, pelibatan unsur budaya dalam kegiatan kerohanian sangat penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus memperdalam iman Katolik generasi muda.

Pendamping kegiatan lainnya adalah Chrisantus Cornel Firmanto, S.Pd dan Agustina Julinarti Dhey, S.Pd, yang turut mendampingi dan memberikan dukungan penuh kepada para peserta didik.
Mengantar Salib NYD 3 dengan Sukacita
Usai tarian penyambutan, barisan penari memandu perarakan Salib NYD 3 menuju Gereja Wairumbia. Iring-iringan tersebut menciptakan suasana yang begitu magis, perpaduan antara kesakralan simbol iman dan semarak kearifan lokal.



Momen ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi SMAN 2 Maumere, di mana seni, budaya, dan iman menyatu dalam satu harmoni indah untuk menyambut pesta akbar Orang Muda Katolik Indonesia dalam perhelatan National Youth Day ke-3.
Penulis : Jhon Tenggo
Editor : Lxz
Foto : Dewi Sogen