SMAN 2 Maumere Gelar Retret Kerohanian Siswa Katolik di PSP Nilo, Bentuk Karakter Remaja Kristiani Menyongsong Masa Depan

Maumere, 19 Januari 2026 — Dalam upaya membentuk pribadi peserta didik yang beriman, berkarakter kuat, dan siap menghadapi tantangan kehidupan, SMA Negeri 2 Maumere menyelenggarakan kegiatan Ret-ret Kerohanian bagi siswa-siswi Katolik kelas XII. Kegiatan ini berlangsung selama sembilan hari, yakni pada 15 hingga 23 Januari 2026, dan dipusatkan di Pusat Spiritualitas Pasionis (PSP) Nilo, Desa Wuliwutik, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.

Ret-ret dilaksanakan dengan mengusung tema “Membangun Karakter Remaja Kristiani Menyongsong Masa Depan.” Tema ini dipilih sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan spiritual dan pembinaan karakter peserta didik kelas akhir yang akan segera meninggalkan bangku sekolah dan memasuki jenjang kehidupan yang lebih luas, baik di dunia pendidikan lanjutan, dunia kerja, maupun kehidupan bermasyarakat.

Empat Gelombang Pelaksanaan

Untuk menjamin efektivitas, kenyamanan, serta kekhusyukan pelaksanaan kegiatan, ret-ret ini dibagi ke dalam empat gelombang. Setiap gelombang berlangsung selama tiga hari dengan sistem menginap di lokasi ret-ret.

  • Gelombang pertama diberangkatkan dari sekolah pada 15 Januari 2026 dan berakhir pada 17 Januari 2026, diikuti oleh 78 peserta didik, terdiri dari 30 peserta didik pria dan 48 peserta didik wanita.
  • Gelombang kedua berlangsung pada tanggal 17 Januari 2026 dan berakhir pada 19 Januari 2026, dengan jumlah peserta 80 peserta didik, terdiri dari 30 peserta didik pria dan 50 peserta didik wanita.
  • Gelombang ketiga dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2026 dan berakhir pada 21 Januari 2026, juga diikuti oleh 80 peserta didik, terdiri dari 30 peserta didik pria dan 50 peserta didik wanita.
  • Gelombang keempat atau gelombang terakhir berlangsung pada tanggal 21 Januari 2026 dan berakhir pada 23 Januari 2026, dengan jumlah peserta 79 peserta didik, terdiri dari 30 peserta didik pria dan 49 peserta didik wanita.

Seluruh peserta diberangkatkan dari SMA Negeri 2 Maumere menuju PSP Nilo dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara penuh. Sistem tinggal bersama di lokasi ret-ret dipilih agar para peserta dapat benar-benar fokus, lepas dari rutinitas sehari-hari, serta lebih mendalami setiap proses refleksi dan pendalaman iman.

Pendamping dan Pemateri

Setiap gelombang ret-ret didampingi oleh lima orang guru, yang terdiri dari guru agama Katolik, wali kelas, serta perwakilan dari bagian urusan kesiswaan. Kehadiran para guru pendamping tidak hanya bertujuan untuk pengawasan, tetapi juga sebagai bentuk pendampingan pastoral dan pendidikan karakter bagi para peserta didik.

Sementara itu, seluruh materi dan pendalaman rohani dibawakan oleh para pemateri dari Kongregasi Pasionis (CP). Para pater dan bruder Pasionis memandu kegiatan dengan pendekatan yang komunikatif, reflektif, serta relevan dengan kehidupan remaja masa kini.

Rangkaian Kegiatan Harian

Pada hari pertama, para peserta tiba di PSP Nilo sekitar pukul 14.00 WITA. Setelah proses penerimaan dan pembagian kamar serta kelompok, kegiatan diawali dengan sesi pengantar untuk membantu peserta memasuki suasana ret-ret. Rangkaian hari pertama kemudian dilanjutkan dengan Misa Pembukaan yang dipimpin oleh Pater Damas, CP.

Usai perayaan Ekaristi, peserta mengikuti Materi I yang disampaikan oleh Pater Damas, CP dengan tema “Persiapan Remaja Kristiani Menatap Masa Depan.” Materi ini mengajak para siswa untuk memperkuat iman sebagai dasar hidup, membangun karakter dan kepribadian positif, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan global.

Selain itu, peserta juga diajak untuk menyusun langkah-langkah konkret dalam mengambil keputusan hidup serta menyadari pentingnya peran komunitas iman dalam meraih cita-cita. Kegiatan hari pertama ditutup dengan sesi materi lanjutan pada malam hari sebelum peserta beristirahat.

Memasuki hari kedua, kegiatan dimulai sejak dini hari dengan persiapan pribadi dan dilanjutkan Misa Pagi yang dipimpin oleh Pater Tony, CP. Setelah refleksi dan sarapan bersama, peserta mengikuti Materi II yang kembali disampaikan oleh Pater Tony, CP, dengan tema “Remaja Kristiani Menjadi Garam dan Terang Dunia.”

Dalam materi ini, peserta diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus, membangun relasi persaudaraan tanpa diskriminasi, menumbuhkan semangat pelayanan, serta menyadari tanggung jawab sebagai warga Gereja dan warga negara. Materi ini juga menekankan pentingnya kepekaan sosial dan kepedulian terhadap sesama.

Pada sore hari, peserta mengikuti sesi outbond rohani berupa Ziarah Salib ke Golgota yang dipandu oleh Bruder Herman, CP. Dalam kegiatan ini, para peserta secara berkelompok memikul salib sambil berjalan kaki menuju Patung Salib Kristus Puncak Golgota Nilo.

Kegiatan ini menjadi salah satu momen yang paling menyentuh dan berkesan bagi para peserta. Rangkaian hari kedua dilanjutkan dengan refleksi dan sharing kelompok, serta ditutup dengan Renungan Malam Tobat yang dipimpin oleh Pater Damas, CP.

Sementara itu, hari ketiga diawali dengan ziarah ke Patung Bunda Maria, yang dipimpin oleh Bruder Efni, CP. Ziarah ini mengajak peserta untuk meneladani keteladanan Bunda Maria dalam iman, ketaatan, dan kerendahan hati. Setelah refleksi pribadi, peserta mengikuti Materi III yang disampaikan oleh Pater Susilo, CP dengan tema “Remaja Kristiani Menuju Masa Depan.”

Materi ini mengajak para siswa untuk menyadari realitas hidup di tengah masyarakat yang pluralis, serta mampu melihat peluang dan hambatan di lingkungan sekitar sebagai bagian dari proses pendewasaan diri. Seluruh rangkaian retret kemudian ditutup dengan Misa Penutup yang dipimpin oleh Pater Susilo, CP. Setelah makan siang bersama, para peserta berpamitan dan kembali ke rumah masing-masing.

Tanggapan Pendamping dan Peserta

Guru Agama Katolik SMA Negeri 2 Maumere, Simon Philipus, S.Ag, yang turut mendampingi kegiatan, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan retret ini.

“Ret-ret ini menjadi momen yang sangat penting bagi siswa kelas XII. Mereka diajak untuk berhenti sejenak, merefleksikan hidup, memperdalam iman, dan menata kembali arah masa depan. Kami berharap nilai-nilai yang diperoleh selama ret-ret dapat menjadi bekal hidup yang nyata bagi mereka,” ungkapnya.

Salah satu peserta ret-ret juga mengungkapkan pengalaman rohaninya.

“Selama mengikuti ret-ret, saya merasa lebih mengenal diri sendiri dan semakin dekat dengan Tuhan. Kegiatan ziarah salib dan renungan malam sangat menyentuh hati saya dan memberi kekuatan untuk menghadapi masa depan,” tuturnya.

Harapan Sekolah

Melalui kegiatan ret-ret ini, SMA Negeri 2 Maumere berharap para peserta didik kelas XII tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedewasaan iman, karakter yang kuat, kepekaan sosial, serta kesiapan mental dan spiritual dalam menyongsong masa depan. Ret-ret ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi para siswa dalam menapaki fase kehidupan berikutnya dengan penuh tanggung jawab dan harapan.

Penulis : Lxz

Foto : Jhon Tenggo & Meldiana

Link Foto : https://drive.google.com/drive/folders/1VEaICPU5YWm9kovA7WjM5DprNEeIDlC0?usp=sharing

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *